Rumah Tahan Gempa

rumah tahan gempa

Indonesia adalah negara yang sangat rentan terjadi gempa bumi. Jika dilihat dari jalur cincin lempengan bumi, letak negara Indonesia berada pada jalur bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia, oleh sebab itu penting sekali mendesain Rumah Tahan Gempa

Tidak hanya dikarenakan berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, Indonesia juga berada pada kawasan yang memiliki gunung aktif. Tercatat hingga tahun 2016, sebanyak 19 gunung api aktif yang tersebar beberapa wilayah Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Kendati rentan menimbulkan gempa bumi tektonik dan vulkanik, kondisi geografis ini juga memberikan keuntungan tersendiri, seperti adanya panas bumi yang dihasilkan dari gunung api atau gunung yang sudah tidak aktif, namun masih memiliki sisa panas. Hal ini, menyebabkan kesuburan tanah yang dapat menghasilkan kekayaan sumber daya alam yang bernilai.

Bencana alam yang terjadi baru-baru ini adalah gempa bumi di Jogjakarta tahun 2006 silam mengingatkan kita bagaimana ribuan rumah mengalami rusak parah. Hal itu disebabkanIndonesia masih menggunakan jenis bangunan permanen yang belum memenuhi syarat penting yang tepat untuk

Syarat rumah tahan gempa di sekitar gunung api menurut Vulcanological Survey of Indonesia, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral

Kunci dari kuatnya bangunan ada pada konstruksi pondasi bangunan, sudut kemiringan rumah, perencanaan ruang, dan bahan bangunan yang dipilih. Hal itu dapat dimulai dengan membuat denah yang sederhana dan simetris, dengan tujuan untuk mengurangi efek momen puntir oleh gaya gempa. Puntir adalah gaya torsi tegak lurus yang diberikan pada kedua ujung material bangunan secara berlawanan.

Selanjutnya, fondasi  rumah dari pasangan batu-kali, harus dibuat menerus di bawah seluruh pasangan bata dengan diberi balok sloof di atasnya. Pada sistem fondasi dan rangka bangunan harus diberi perkuatan, seperti: balok-sloof, kolom praktis dan balok atas, dari beton bertulang. Selain itu bahan bangunan yang dipilih haruslah ringan, terutama untuk yang dibagian atas atau atap, seperti kayu.

Di jepang, bangunan kayu telah digunakan bertahun-tahun. Bahan ini dinilai tahan terhadap gempa. Namun selain material kayu, kekuatan rumah tahan gempa di Jepang juga dipengaruhi oleh kekuatan dinding yang dirancang berdasarkan rekayasa struktural.

Saat ini di Yogyakarta telah dibangun rumah tahan gempa, tepatnya di Desa Sumberharjo. Sekilas, rumah ini mirip rumah fantasi di serial anak-anak Teletubbies. Karenanya, perumahan ini dikenal dengan julukan perumahan Teletubbies.

Luas perkampungan rumah Telettubies di Jogjakarta dibangun seluas 2 hektar, yang terdiri dari 80 unit rumah dan fasilitas umum seperti masjid, aula, klinik kesehatan dan 6 MCK. Untuk setiap unit rumah memiliki diameter 7m2 dan tinggi 4,6m2. Rumah tersebut dilengkapi 2 pintu, 4 jendela, dan kamar sebanyak 2 ruangan.

Dengan ukurang seperti itu, rumah ini terdiri dari dua lantai yang juga memiliki ruang tamu, dapur, serta kamar mandi. Layaknya rumah pada umumnya, rumah ini juga memiliki ventilasi, sehingga Anda tidak perlu kepanasan.

Baca Juga : Mendesain ruang makan terbuka

Tips Memilih Sofa Terbaik untuk Rumah Minimalis

DAPATKAN Design INTERIOR Gratis!

Caranya sangat mudah, isi form di bawah ini dengan lengkap!

*
*
*

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password